Saturday, November 16, 2013

Tomoe gozen, Seorang samurai wanita pada zaman genpei

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua

Samurai identik dengan laki-laki dengan kemampuan beladiri dalam menggunakan senjata berupa pedang katana. Faktanya, ada beberapa wanita yang memiliki kemampuan sebagai seorang samurai. Tomoe Gozen adalah seorang samurai wanita atau disebut juga Onna Bugeisha yang gagah dan berani pada masa akhir abad ke 12.  Dipercaya bahwa Tomoe Gozen bertempur pada Perang Genpei di tahun 1180 – 1185 dan ia seorang selir dari jenderal Minamoto no Yoshinaka dari klan samurai Minamoto. Tomoe yang cantik dengan kulit halus dan memiliki rambut panjang, juga dikenal sebagai pemanah serta memiliki keberanian besar menghadapi musuh-musuhnya. Ia juga pandai menunggang kuda dan dalam setiap pertempuran dan Minamoto no Yoshinaka mengirimnya sebagai seorang kapten lengkap dengan senjata serta pedang yang lebih panjang dibandingkan dengan prajurit lainnya.
Karena keberanian, kekuatan dan juga ketrampilannya dalam menghadapi musuh saat berperang, Tomoe Gozen menginspirasi. Pada drama yang disiarkan stasiun televisi NHK berjudul “Yoshitsune” Tomoe Gozen menjadi tokoh utama dan diperankan oleh aktris dan model Koike Eiko. Pada manga berjudul “Samurai Deeper Kyo”, tokoh Saisei adalah kebangkitan dari Tomoe Gozen. Tomoe Gozen lahir sekitar tahun 1154 dan wafat pada tahun 1247 dan makamnya berada di Kuil Gichu-ji, Prefektur Shiga.

Pulau hashima

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua

Pulau Hashima (端島; berarti "Pulau Perbatasan"), umumnya disebut Gunkanjima (軍艦島; berarti "Pulau Kapal Perang") adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Prefektur Nagasaki, sekitar 15 kilometer dari kota Nagasaki. Pulau ini berpenghuni antara tahun 1887 hingga 1974 sebagai fasilitas penambangan batu bara.
Pada tahun 1890 perusahaan Mitsubishi membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapatkan batu bara dari dasar laut di sekitar pulau tersebut. Pada tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.
Jumlah penduduk pulau ini membengkak pada tahun 1959. Kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektare untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektare untuk daerah pusat pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia.
Ketika minyak bumi menggantikan batubara tahun 1960, tambang batu bara mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima. Pada tahun 1974, Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut.
Pada tahun 2003 pulau ini diambil sebagai setting film Battle Royale II: Requiem dan mengilhami sebuah permainan populerkiller7. Pulau ini juga dipakai sebagai latar tempat dalam permainan video Forbidden Siren 2 dengan perubahan nama dan desain tempat.

Gunung koya

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua

Gunung Kōya (高野山 Kōya-san?) adalah sebutan untuk gunung-gunung yang tingginya sekitar 1.000 m di Prefektur Wakayama, Jepang. Sebutan Kōya-san juga merupakan sebutan lain untuk kuil Buddha bernama Kongōbuji yang terletak di gunung ini. Meskipun demikian, tidak ada gunung di Jepang yang secara resmi bernama Gunung Kōya.
Pembangunan kuil di Gunung Kōya pertama kali dirintis oleh Kūkai pada tahun 819. Gunung Kōya terutama dikenal sebagai markas internasional Buddhisme Jepang sekte Koyasan Shingon. Meskipun di sekelilingnya terdapat 8 puncak-puncak gunung, tempat yang dijadikan lokasi kuil Gunung Kōya adalah lembah yang berketinggian 800 m. Kompleks kuil berkembang menjadi Kota Koya yang dijadikan lokasi bagi sebuah universitas kajian agama. Selain itu, di Gunung Kōya terdapat lebih dari 120 kuil yang sebagian di antaranya menyediakan penginapan bagi para peziarah.
Di Gunung Kōya terdapat berbagai situs bersejarah, di antaranya:
  1. Okunoin (奥の院), makam Kūkai yang dikelilingi kompleks pekuburan yang luas
  2. Danjogaran (壇上伽藍), bangunan utama Gunung Kōya
  3. Konpon Daitō (根本大塔), pagoda yang menurut kepercayaan doktrin Shingon melambangkan titik pusat mandala yang tidak hanya meliputi Gunung Kōya, melainkan juga seluruh Jepang
  4. Kongōbu-ji (金剛峯寺), kuil utama Buddhisme Koyasan Shingon
Pada tahun 2004, UNESCO menetapkan Gunung Kōya bersama-sama dengan dua lokasi lainnya di Semenanjung Kii sebagai Situs Warisan Dunia.

Gwanghwamun dan sejarahnya

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua


Gwanghwamun adalah sebuah gerbang yang terletak di Seoul, Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 1395. Gerbang Gwanghwamun berdiri di depan Istana Gyeongbok dan telah mengalami masa panjang berbagai kerusakan dan kehancuran. Di tempat berdirinya inilah diketahui sebagai pusat kota Seoul.

Sejarah
Gwanghwamun dibangun pada tahun 1395 untuk menandai berdirinya Dinasti Joseon. Pada masa Invasi Jepang tahun 1592, gerbang ini mengalami kehancuran parah. Raja Gojong kembali memerintahkan pembangunannya pada tahun 1867 bersamaan dengan pendirian kembali bagian-bagian istana. Gwanghwamun berdiri tegak sampai tahun 1926, ketika pada masa Penjajahan Jepang, gerbang ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang diMuseum Nasional Rakyat Korea sebagai gerbang Bangunan Pemerintahan Jenderal Jepang yang luas. Setelah kemerdekaan dari Jepang dan Perang Korea, Gwanghwamun mengalami kerusakan parah. Barulah pada tahun 1963 almarhum presiden Park Chung-hee memerintahkan pembangunan dan perbaikan. Papan nama Gwanghwamun dilukis sendiri oleh Park Chung-hee dan berdiri tegak sampai akhir 2006.


Gunung bukhan

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua


Bukhansan, atau Gunung Bukhan, adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah utara kota Seoul, Korea Selatan. Beberapa bagian penting kota Seoul dibatasi oleh Bukhansan, yang merupakan sebuah tempat yang mudah dilihat dari sebagian wilayah di kota ini.
Gunung ini tingginya 836.5 meter di atas permukaan laut. Nama Bukhansan berarti "Gunung Han Utara," merujuk pada letaknya yang berada di sebelah utara sungai Han. Gunung ini juga merupakan tanda batas utara wilayah Seoul di zaman Joseon.
Bukhansan, serta Taman Nasional Bukhansan yang merupakan bagiannya, merupakan daya tarik terkenal wisatawan di daerah Seoul. Gunung ini terkenal sebagai salah satu tujuan yang disukai untuk melihat burung atau untuk melakukan hiking di wilayah metropolitan Seoul.

Benteng hwaseong

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua


Hwaseong (Benteng luar biasa), adalah sebuah kompleks benteng bertembok yang mengelilingi kota Suwon, Korea Selatan, yang dibangun antara tahun 1794 dan 1796 oleh Raja Jeongjo dari Dinasti Joseon untuk menghormati ayahnya Raja Sado yang dipaksa untuk bunuh diri oleh Raja Yeongjo. 

Berlokasi 30 kilometere di selatan kota Seoul dan melindungi pusat kota Suwon termasuk Haenggung, komplek istanan Raja Jeongjo. UNESCO memasukkan benteng ini ke dalam daftar Warisan Dunia pada tahun 1997. Suwoncheon, aliran kali di Suwon, mengalir di tengah-tengah komplek benteng.

Istana gyeongbok

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua

Istana Gyeongbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul (Gangbuk), Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon.
Istana Gyeongbok aslinya didirikan tahun 1394 oleh Jeong do jeon, seorang arsitek. Istana ini hancur pada saat invasi Jepang ke Korea tahun 1592-1598 dan dibangun lagi selama tahun 1860-an dengan 330 buah komplek bangunan dengan 5.792 kamar. Berdiri di wilayah seluas 410.000 meter persegi, Istana Gyeongbok adalah simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea. Setelah pembunuhan Maharani Myeongseong oleh mata-mata Jepang pada tahun 1895, Raja Gojong meninggalkan istana ini bersama anggota keluarganya yang lain dan tidak akan pernah kembali.
Pada tahun 1911, pemerintahan Jepang yang sedang menjajah Korea menghancurkan semua bangunannya kecuali 10 bangunan utama, dan membangun Bangunan Pemerintahan Utama Jepang untuk gubernur jenderal Korea di depan Ruangan Tahta.
Bangunan utama dari Istana Gyeongbok termasuk Geunjeongjeon, Ruangan Tahta Raja (yang merupakan harta nasional Korea Selatan nomor 223) dan Paviliun Gyeonghoeru (harta nasional nomor 224) yang memiliki kolam bunga teratai dan bertiangkan 48 buah tonggak granit.
Istana Gyeongbok saat ini dibuka untuk umum dan Museum Nasional Rakyat Korea (National Folk Museum of Korea) berdiri di dalamnya.
Banyak rakyat Korea yang berharap pemerintahnya dapat mengembalikan bentuk asli istana. Berkat kerja keras arkeolog, 330 bangunan berhasil dibangun kembali. Saat ini gerbang masuk istana (Gwanghwamun) sedang direnovasi untuk dibuat kembali seperti pada asalnya dan diperkirakan selesai tahun 2009.