Wednesday, October 2, 2013

Aku tidak percaya Microsoft

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 


Walaupun di Indonesia permasalahan NSA dengan program PRISM-nya tidak terlalu dipedulikan orang Indonesia, namun banyak orang-orang yang bekerja di bidang IT mewaspadai hal tersebut.

Setelah Edward Snowden mengungkapkan bahwa salah satu badan pemerintah Amerika Serikat, NSA, membuat program untuk mencuri data semua pengguna internet dan perangkat mobile di dunia, maka sontak saja hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat disayangkan khususnya oleh orang-orang yang bekerja dalam bidan IT.

Bahkan seorang 'sesepuh' Microsoft di bagian Privacy Advisor bernama Caspar Bowden menyatakan kekhawatirannya akan sepak terjang NSA ini. Bahkan sebelumnya, di data yang diungkapkan Snowden juga menyebutkan bahwa selain Facebook, Google, Apple dan beberapa perusahaan besar lain, Microsoft ikut dalam program PRISM itu.

Tentu saja dengan keterkaitan Microsoft dan NSA-PRISM, Bowden secara tegas mengatakan ketidakpercayaannya kepada perusahaan di mana dulu dia bekerja. "Sekarang, aku tidak percaya Microsoft," jelas Bowden, seperti dikutip oleh Tech Week Europe (01/10).

Bahkan untuk bekerja, dia sudah meninggalkan produk-produk dari Microsoft dan berganti menggunakan semua hal yang berbau open-source. Dengan menggunakan software-software open-source, maka Bowden dapat melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan backdoor atau kode-kode aneh lainnya.

Selain tidak menggunakan produk buatan Microsoft, dia juga katakan bahwa tidak memiliki telepon genggam, karena Bowden percaya bahwa NSA juga mampu mengintai dan mencuri semua data pengguna perangkat berbasis Android, iOS dan BlackBerry.



- Sumber

Apple : Samsung itu penipu

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 

Apple melalui salah satu petinggi di divisi marketingnya, Phil Schiller, menyebutkan jika hasil tes Benchmark dari Galaxy Note III menggambarkan jika Samsung adalah penipu.
Dilansir Softpedia (2/10), hasil tes Geekbench multicore yang diterbitkan oleh Samsung dilaporkan telah digelembungkan nilai tes Benchmarknya. Hal ini juga telah diungkapkan Phil Schiller, melalui akun Twitternya.
Memang Samsung sebelumnya dikabarkan melakukan penipuan dengan manipulasi angka pada hasil tes Benchmark Galaxy Note 3 yang mana angka hasil Benchmark diketahui ditingkatkan sebanyak 20 persen. Hal ini sendiri diduga dilakukan Samsung dalam upaya untuk membuktikan keunggulan performanya di atas handset kompetitornya, salah satunya adalah iPhone 5s.
Padahal, performa asli Galaxy Note 3 sendiri sudah melampaui hasil Benchmark smartphone high-end lain seperti LG Optimus G2.

Google translate vs Bing translate

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 


Dari banyaknya situs yang menawarkan jasa terjemahan online dan langsung, Google Translate dan Bing Translate adalah yang paling sering digunakan.

Memang bahasa Inggris merupakan bahasa yang patut dimengerti dan dipahami untuk sekarang ini. Hal tersebut dikarenakan bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang wajib dikuasai.

Namun, selain bahasa Inggris ada beberapa bahasa lain yang juga harus dipahami. Apabila ingin mengetahui suatu informasi secara online dan akhirnya mendapatkan hal tersebut dalam bahasa selain Inggris, tentunya akan merepotkan sekali karena harus menerjemahkannya terlebih dahulu ke (minimal) bahasa Inggris baru ke bahasa yang dimengerti.

Oleh karenanya, sekarang ini banyak situs-situs di internet yang tawarkan jasa penerjemahan secara online. Dari banyaknya situs-situs tersebut, Google dan Bing juga memiliki produk penerjemahan secara online.

Untuk itu, merdeka.com mencoba mencari tahu, dari dua produk besutan Google dan Microsoft tersebut, manakah yang lebih akurat?
Bing Translate
Bing Translate (klik untuk perbesar)
Google Translate
Google Translate (klik untuk perbesar)
Kecepatan:
Dari dua kalimat panjang yang dituliskan, mesin penerjemah Google berhasil menerjemahkannya dalam waktu yang cukup singkat yaitu hanya membutuhkan 00:00:01 12 saja, sedangkan Bing membutuhkan waktu 00:00:01 76.

Akurasi (dari segi tata bahasa):
Dari kalimat panjang di atas, Google Translate memberikan hasil yang memuaskan dan lebih dekat dengan cara terjemahan manusia, sedangkan dengan menggunakan Bing, pengguna masih harus memahami dahulu beberapa kata bahkan kalimat yang dihasilkan karena ada sebagian yang tidak mudah untuk dimengerti secara langsung.

Kelengkapan dan fitur lain:
Google Translate:
Ada lebih dari 60 bahasa di dunia yang dapat diterjemahkan oleh Google Translate. Terdapat fitur Listen, Phrasebook, Select All (untuk tujuan copy-paste) sampai dengan Rating di dalamnya. Untuk menghapus kalimat yang ingin diterjemahkan, penggunanya cukup menekan tombol X saja.

Bing:
Mesin penerjemah besutan Microsoft ini hanya memiliki 44 bahasa di dunia. Uniknya, dalam Bing Translator terdapat juga bahasa Klingon yang menurut tulisan di Wikipedia adalah spesies fiksi dari film Star Trek. Untuk menghapus semua tulisan yang ingin diterjemahkan, penggunanya cukup menekan tombol Clear All. Bing memiliki fitur yang lumayan lengkap dibandingkan dengan Google Translate. Memang beberapa fitur mirip dengan mesin yang dipunyai Google Translate, namun Bing juga dilengkapi dengan mesin pencarian sampai dengan tombol email.

Dari head-to-head secara singkat ini, untuk segi kecepatan dan akurasi terjemahan, Google Translate lebih disarankan karena lebih baik. Namun untuk kelengkapan fiturnya, Bing memiliki beberapa ragam fitur yang tidak dipunyai Google Translate.
Note: Keduanya diuji dengan menggunakan browser Mozilla Firefox 23.0.1. Menggunakan PC berbasis Windows 7.

Bisakah galaxy note III kalahkan galaxy note II

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 


waktu yang lalu telah dikabarkan bahwa penjualan yang dicapai phablet Samsung Galaxy Note II mencapai 30 juta unit. Itu berarti, angka tersebut tiga kali lipat lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

Pertanyaannya, ada pada phablet Samsung terbaru, Galaxy Note III. Mampukah perangkat ini mengalahkan penjualan pendahulunya?

Beberapa analis memprediksi bahwa Galaxy Note III nantinya akan mampu menandingi penjualan tersebut dan bahkan jauh lebih tinggi. Sebab, ada banyak perbaikan pada perangkat baru tersebut, seperti yang dikutip dari Phone Arena (2/10).

Perbaikan yang dimaksud adalah pada layar Super AMOLED 5,7inci dengan resolusi 1080x1920p serta kepadatan piksel 386ppi. Sedangkan Galaxy Note II hanya memiliki layar yang lebih kecil yaitu Super AMOLED 5,5inci dengan resolusi 720x1280p serta kepadatan piksel 256ppi.

Secara spesifikasi memang Galaxy Note III lebih unggul ketimbang Note II dan hal itu dapat memicu melonjaknya penjualan.

Akan tetapi jangan melupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi penjualan tersebut, yaitu para pesaing yang berangkat dengan berbagai fitur serta kemampuan yang juga mumpuni. Sebut saja Sony Xperia Z Ultra, HTC One Max serta Nokia Lumia 1520, yang semuanya berjajar rapi dalam deretan kelas phablet. Lantas, mampukah Galaxy Note III dapat kalahkan penjualan Note II? Kita nantikan saja.



- Sumber

Sensor sidik jari bakal susupi Android 6 bulan lagi

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 



Penggunaan teknologi sensor sidik jari oleh Apple iPhone 5S sepertinya benar-benar menjadi trend baru di jagat teknologi. Baru-baru ini dikabarkan bahwa sensor sidik jari tersebut bakal sambangi perangkat Android dalam waktu 6 bulan ke depan.

Sebenarnya, sensor sidik jari sudah disematkan pada perangkat Motorola ATRIX 4G, sayangnya hal tersebut tidak berjalan dengan mulus, mengingat pasar ATRIX cukup sedikit.

CFO dari non-profit Fido Alliance (Fast Online Identity), Michael Barrett, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa sensor sidik jari diharapkan segera pada model Android, akan didasarkan pada sistem open source, seperti yang dikutip dari USA Today (2/10).

Fido Aliansi terdiri dari 48 perusahaan teknologi termasuk Lenovo, LG dan BlackBerry di dalamnya.


- Sumber

Samsung galaxy note II berhasil jual 30 juta unit

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 


Pencapaian fantastis dari salah satu perangkat Samsung membuat perusahaan sangat bangga. Dilaporkan bahwa Galaxy Note II hingga saat ini mencapai penjualan sebanyak 30 juta unit.

Dikutip dari Tech Radar (2/9), angka penjualan Galaxy Note II ini cukup fantastis, sebab angka tersebut mencapai 3 kali lipat dari penjualan Galaxy Note pertama.

Hal ini menandakan bahwa perangkat Samsung masih diterima cukup baik di pasaran. Dengan adanya perbaikan dan pemutakhiran beberapa fitur serta keunggulan lainnya, diharapkan hal tersebut bakal terus berlanjut.

Pencapaian ini juga sempat menepis adanya keraguan beberapa pihak yang mengungkapkan bahwa penjualan perangkat phablet tidak akan semulus seperti smartphone atau tablet. Namun dengan hasil ini, semakin membungkam mereka yang meragukan phablet.


- Sumber

Apa perbedaan bit dengan byte

Sedikit informasi buat anda yang ingin mendulang dollar bersama saya CLICK NOW or klik disini Terimakasih sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua 
byte bit 150x150 Apa Perbedaan antara Bit dengan Byte? 
 
 
  

Bit, singkatan dari binary digit adalah unit terkecil yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyimpanan informasi pada komputer.
Satu bit diwakili oleh nilai 1 atau 0 yang bisa berarti benar atau salah, atau terkadang dinyatakan pula sebagai on atau off.
Delapan bit membentuk satu byte informasi yang juga dikenal sebagai oktet.
Dengan demikian, perbedaan antara bit dan byte adalah ukuran atau jumlah informasi yang tersimpan.
Sebagai contoh, dibutuhkan delapan bit (1 byte) untuk menyimpan satu karakter.
Huruf kapital “A” dinyatakan sebagai 01000001. Sedangkan huruf kecil “a” diwakili dalam kode biner 01100001.
Perhatikan bahwa bit ketiga sedikit berbeda dalam setiap oktet. Dengan menata ulang bit-bit di dalam octet tersebut, satu byte mampu menghasilkan 256 kombinasi yang unik untuk mewakili huruf, angka, karakter khusus, dan simbol.
Memahami perbedaan antara bit dan byte akan membantu untuk mengingat perbedaan antara unit yang lebih besar seperti kilobit dan kilobyte.

Satu kilobit ekuivalen dengan 1000 bit, meskipun dalam sistem biner ukuran tersebut ditetapkan sebagai 1024 bit. Sedangkan satu kilobyte akan berarti 1000 byte.

Mengetahui perbedaan antara bit dan byte amat membantu untuk memahami perbedaan antara megabit, megabyte, gigabyte, dan gigabit.
Sebagai contoh, 1000 kilobit sama dengan 1 megabit, dan 1000 kilobyte setara dengan 1 megabyte.
Karena satu bit bernilai 8x lebih kecil dari byte, konsekuensinya satu megabyte berukuran 8x lebih besar dari 1 megabit.
Kecepatan koneksi internet dinyatakan dalam kecepatan transfer data di kedua arah (upload dan download) sebagai bit atau byte per detik.
Sayangnya, tidak terdapat singkatan standar, sehingga mudah bagi pelanggan kebingungan membedakan antara bit dan byte.
Sebagai contoh, kecepatan “750 kbps” mungkin disalahartikan oleh pelanggan sebagai berarti 750 kilobyte per detik – atau 8x lebih cepat dari apa yang seharusnya.
Untuk meminimalkan salah pengertian, singkatan ‘kbps’ ditetapkan untuk merujuk pada kilobits per second sedangkan “KBps,” atau “kBps” digunakan untuk mewakili kilobytes per second.